Kucing yang memiliki reputasi hewan penyendiri ternyata memiliki beragam fakta unik. Kali ini kita akan membahas mengenai fakta unik tentang kucing yang perlu kamu ketahui. Kira-kira apa saja fakta unik tentang kucing?
1. Tidak Bisa Merasakan Manis
Mengejutkan, bukan? Ternyata kucing merupakan hewan mamalia
yang tidak bisa mengenali rasa manis. Padahal setiap mamalia memiliki gen yang
bisa menerima rasa manis, lho Grameds.
Biasanya hewan mamalia memiliki reseptor di ujung sel perasa
bernama T1R2 dan T1R3 untuk merasakan manis. Namun, sel perasa tersebut tidak
berfungsi dengan baik pada kucing. Nah, itulah alasan mengapa kucing sebagai
hewan mamalia tidak bisa merasakan manis.
2. Menghabiskan 70% Hidupnya untuk Tidur
Kucing kerap dijuluki sebagai hewan peliharaan pemalas.
Grameds pasti lebih sering melihatnya tidur daripada bermain, bukan? Ya, kucing
ternyata bisa menghabiskan waktu hanya untuk tidur selama 15-20 jam per hari.
Wah, lama juga, ya. Mengapa kucing menghabiskan 70% hidupnya
hanya untuk tidur? Kucing sebagai hewan predator kecil yang hidup di
tengah-tengah manusia membutuhkan tenaga lebih untuk berburu. Tidur menjadi
salah satu cara kucing untuk menyimpan energinya.
3. Memiliki Gen 95,6% Sama dengan Harimau
Kucing yang senang mengendus, mengintai, dan menerkam
mangsanya ternyata memiliki gen 95,6% dengan harimau. Hal tersebut membuat
perilaku kucing kurang lebih sama dengan harimau.
4. Dapat Berlari dengan Sangat Cepat
Dalam keadaan terancam, kucing rumahan yang kerap kita temui
dapat berlari dengan sangat cepat. Kemampuan kucing dalam urusan kecepatan tak
perlu diragukan lagi. Kucing berlari untuk menangkap hewan atau menghindar dari
berbagai ancaman berbahaya yang akan menimpa dirinya.
Kucing diyakini dapat berlari dengan kecepatan 30 mph, lho
Grameds. Kecepatan 30 mph setara dengan mengendarai sepeda motor kecepatan
sedang.
5. Kucing Tertua di Dunia Hidup Selama 38 Tahun
Kucing sebagai mamalia crepuscular memiliki
rata-rata umur antara 12-15 tahun. Seekor kucing di Austin, Texas, Amerika
Serikat dinobatkan sebagai kucing tertua di dunia yang hidup dengan umur 38
tahun lebih 3 hari.
Kucing bernama Creme Puff ini tercatat di Guinnes World
Records (GWR) hidup sejak tahun 1967 sampai 2005. Pemiliknya pasti merawat
Creme Puff dengan sangat baik, ya. Rahasia umur panjang Creme Puff adalah
mengonsumsi daging asap, telur, asparagus, dan brokoli.
6. Telinga Kucing Mampu Berputar 180°
Pernahkah Grameds melihat kucing memutar telinganya? Hewan
peliharaan yang satu ini memiliki kemampuan memutar telinganya hingga 180°
https://www.gramedia.com/best-seller/fakta-unik-tentang-kucing/?srsltid=AfmBOopGY7ai8Ed0yyFjsrYaS4DUd4h7U8IIXhFmH9AdEFx3161-hLCK
Kucing memiliki 32 jaringan otot yang dapat mengendalikan
telinganya. Dengan otot sebanyak itu, kucing mampu menggerakkan telinganya
tanpa menoleh sumber suara yang didengarnya.
7. Dapat Merasakan Emosi Manusia
Grameds pernah dihampiri kucing saat sedih? Percaya atau
tidak, kucing dewasa dapat merasakan emosi manusia terlebih pemiliknya.
Binatang berbulu yang satu ini dapat memahami emosi manusia, seperti sedih,
senang, dan marah.
Biasanya kucing akan menghampiri dan berusaha menghiburmu
saat sedih. Bahkan, beberapa kucing peliharaan akan berperilaku seperti bodyguard untuk
melindungi kamu. Tak heran jika kamu menemui kisah unik dan mengharukan yang
terjalin antara kucing dengan manusia.
8. Memiliki Kemampuan Night Vision
Meski dijuluki sebagai hewan pemalas, ternyata kucing mampu
melihat secara baik dalam kondisi kurang cahaya. Kucing sebagai salah satu
hewan peliharaan favorit memiliki kemampuan spesial dalam penglihatan,
yakni night vision. Kucing memiliki organ bernama Tapetum
lucidum yang dapat memantulkan cahaya untuk membantunya memperoleh
penglihatan dalam kondisi kurang cahaya.
9. Kumis Kucing adalah Alat Navigasi
Selain mengandalkan night vision, kucing
juga memakai kumisnya sebagai alat bantu navigasi saat di area gelap atau
kurang cahaya. Dalam keadaan yang cukup gelap dan sempit, kucing dapat
menangkap mangsanya dengan cekatan, lho Grameds.
Kucing memanfaatkan kumisnya sebagai sensor untuk melakukan
manuver. Kucing memiliki penglihatan yang buruk di siang hari. Nah, kumis
tersebut dapat digunakan sebagai sensor untuk mengukur jarak atau gerakan di
siang hari. Sebagai sensor atau alat navigasi, kumis kucing tidak boleh
dipotong ataupun dicabut.
10. Kucing Bisa Berkeringat
Saat berada di bawah sinar matahari, manusia cenderung
berkeringat karena sengatan panasnya. Tapi bagaimana dengan hewan seperti
kucing? Sama seperti manusia, ternyata kucing juga dapat berkeringat.
Perlu diketahui, kucing memiliki kelenjar keringat di bagian
bawah bantalan kakinya. Hal tersebut yang membuat hewan berkumis ini
mengeluarkan keringat melalui cakarnya saja. Grameds dapat memperhatikan cakar
dan telapak kaki kucing yang basah akan keringatnya saat suhu sedang panas.
11. Mampu Melompat Sejauh 6 Kali Panjang Badan
Ternyata kucing dalam keadaan sehat mampu melompat sejauh 6
kali lipat panjang badannya. Misalnya, panjang kucing peliharaanmu ialah 65
centimeter. Nah, itu berarti ia bisa melompat sejauh 390 centimeter.
Lompatan tersebut kerap ia gunakan saat berburu mengejar
burung, kupu-kupu, maupun capung untuk mengikuti instingnya. Kemudian saat di
dalam rumah, Grameds perlu memberikan fasilitas pada kucing untuk
mengekspresikan diri. Grameds sebagai pemilik kucing bisa melatih kelincahannya
dengan menyediakan waktu dan ruang.
12. Kucing Perlu Vaksinasi
Menjaga kesehatan kucing menjadi hal wajib yang perlu
diperhatikan. Pemilik kucing memiliki tanggung jawab untuk melakukan vaksinasi
setiap tahunnya. Vaksinasi yang perlu dilakukan terbagi menjadi dua jenis,
yakni vaksin umum dan vaksin khusus.
Untuk mencegah wabah distemper atau panleukopenia, parvo,
dan infeksi saluran pernapasan, Grameds sebagai pemilik kucing wajib melakukan
vaksin umum. Sementara vaksin khusus diberikan untuk menghindari bahaya rabies.
13. Menjilat Tubuh untuk Menghilangkan Kotoran dan
Parasit
Grameds pasti sering melihat kucing menjilati bagian
tubuhnya, bukan? Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Kucing sebagai
hewan yang memiliki paras lucu menjilat tubuhnya untuk membersihkan kotoran dan
parasit.
Selain itu, menjilat tubuh juga dapat membantu menghilangkan
sel kulit mati. Kecerdasan kucing untuk menjilat tubuhnya sudah diturunkan dari
generasi ke generasi melalui evolusi. Sejak jutaan tahun yang lalu, pengetahuan
akan manfaat lidah kucing sudah ditanamkan secara genetik.
14. Memiliki Suara Dengkuran untuk Menghilangkan Stres
dan Memperkuat Tulang
Jika kucing peliharaanmu mendengkur, jangan diberhentikan ya
Grameds. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengkuran kucing berada dalam
frekuensi yang konstan, yakni 25 dan 150 hertz. Suara dengkuran tersebut
dipercaya dapat membantunya menghilangkan stres dan memperkuat tulang manusia.
Selain itu, dengkuran kucing juga dapat membantu meringankan
penyakit dyspnea atau sesak napas yang diderita anak. Fakta
yang satu ini dapat kamu buktikan jika anak tidak memiliki alergi pada bulu
kucing, ya.
15. Budi Daya Kucing Terjadi Sekitar 9.000 Tahun Lalu
Perlu diketahui ternyata budi daya kucing telah terjadi pada
9.000 tahun yang lalu. Gen kucing terus mengalami perubahan dari kucing liar
hutan menjadi kucing rumahan dengan fisik yang lebih kecil selama ribuan tahun
lalu. Dilansir dari National Geographic, ada sebuah penelitian yang mengatakan
bahwa sekitar 4.400 tahun sebelum masehi, nenek moyang kucing modern telah
menyebar dari Asia Barat Daya ke dataran Eropa.
16. Hewan Soliter atau Mandiri
Di dunia nyata atau film mungkin kamu kerap melihat kucing
berkumpul bersama kawanannya. Namun, hewan berbulu yang satu ini juga bisa
hidup secara mandiri. Kucing membutuhkan kecerdasan di alam liar untuk hidup
secara mandiri.
Kecerdasan tersebut dapat membantunya bertahan hidup,
berjuang, berburu, dan menikmati dunianya. Jadi, Grameds tidak perlu heran jika
melihat kucing peliharaanmu suka menyendiri. Perlu diingat, sifat ini tidak
mutlak karena ada banyak kucing rumahan yang suka hidup berkelompok.
17. Memiliki Kesimbangan Tubuh Sangat Baik
Grameds pasti sering melihat kucing berjalan di pinggir
tembok atau di atap tanpa terjatuh, bukan? Ya, itu merupakan salah satu
kelebihan kucing dalam mengontrol tubuhnya. Kucing memiliki kemampuan
keseimbangan tubuh yang sangat baik melebihi mamalia lainnya.
Hewan berkaki empat ini memiliki tulang punggung fleksibel
yang didukung kecerdasan sangat tinggi. Kucing memiliki otak yang dapat bekerja
secara cepat dan tanggap untuk menyeimbangkan tubuh di tempat ketinggian.
18. Memiliki 300 Juta Korteks Serebral
Kucing merupakan mamalia dengan struktur otak yang mampu
bekerja optimal layaknya primata dan anjing. Sebuah penelitian mengungkapkan
bahwa kucing memiliki 300 juta korteks serebral pada otaknya. Jumlah tersebut
setara dengan jumlah korteks yang dimiliki anjing dan hewan lainnya.
Bagian pada otak mamalia yang berfungsi mengatur tindakan
dan rasionalitas menanggapi kejadian di lingkungan sekitar disebut korteks
serebral. Selain itu, 300 juta korteks serebral pada kucing dapat menjadi
tempat penyimpanan memori jangka pendek maupun panjang.
No comments:
Post a Comment