Penelitian yang dilakukan untuk film dokumenter BBC Cats v Dogs pada tahun 2015 mengukur kadar hormon oksitosin, yang sering disebut "hormon cinta."
Setelah dielus, anjing menunjukkan peningkatan oksitosin yang jauh lebih tinggi, yaitu rata-rata 57,2%, sementara kucing hanya meningkat 12%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa anjing memang memiliki ikatan sosial yang lebih kuat.
Kendati demikian, studi dari tahun 2021 menemukan bahwa perilaku menyendiri pada kucing ternyata tidak seumum yang dibayangkan. Daniel Mills, seorang spesialis perilaku hewan dari University of Lincoln, menyatakan, "Kucing membentuk hubungan emosional yang erat dengan manusia, namun hanya sedikit yang diketahui tentang hal ini."
Penelitian ini mengidentifikasi lima jenis hubungan antara kucing dan pemiliknya, mulai dari "hubungan terbuka" yang paling terpisah hingga "persahabatan" yang paling dekat. Hasilnya, sekitar setengah dari hubungan tersebut menunjukkan adanya investasi emosional.
Claire Ricci-Bonot, penulis utama studi tersebut, menjelaskan bahwa ikatan ini sangat bergantung pada masukan emosional dari pemilik dan tingkat kemandirian yang diberikan kepada kucing.
"Setiap hubungan itu unik," katanya seperti dilansir Live Science, "tetapi saya pikir ada ikatan emosional antara kucing dan pemiliknya, terutama jika kita mempertimbangkan banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama."
Sebuah studi lain dari tahun 2019 juga mendukung temuan ini, meski mencatat bahwa membangun ikatan dengan kucing membutuhkan usaha lebih besar dari pemiliknya dibandingkan anjing.
Penelitian yang lebih lama, pada tahun 2008, menunjukkan bahwa detak jantung kucing meningkat saat bertemu dengan manusia yang terikat dengannya. Peningkatan ini diduga sebagai respons kegembiraan atau antisipasi.
Lalu, faktor apa yang paling memengaruhi seberapa dekat hubungan kita dengan kucing?
Kunci dari hubungan yang sukses ternyata terletak pada kepekaan pemilik. Studi tahun 2021 menemukan bahwa kucing lebih tertarik pada manusia yang bisa membaca isyarat halus mereka dan memberi mereka kendali penuh atas seberapa banyak interaksi yang mereka inginkan.
Lauran Finka, spesialis perilaku kucing di Nottingham Trent University, menyebut pendekatan ini sebagai "tanpa sentuhan." Kucing tidak suka dipaksa untuk mendapatkan perhatian dan akan cenderung menghindari interaksi paksa.
Ini mungkin menjadi alasan mengapa kucing domestik, yang mulai menjalin hubungan dengan manusia sekitar 10.000 tahun lalu, seringkali dianggap lebih mandiri dibandingkan anjing yang didomestikasi jauh lebih awal, sekitar 23.000 tahun lalu.
Jadi, meskipun kucing mungkin tidak mencintai kita dengan cara yang sama seperti anjing, apakah itu berarti kasih sayang mereka tidak nyata?
No comments:
Post a Comment