Sebagian orang yang lebih sering memakai tangan kiri
dibandingkan dengan tangan kanannya sering disebut sebagai orang kidal. Meski
terlihat berbeda dari orang kebanyakan, rupanya terdapat beberapa fakta menarik
tentang orang kidal.
1. Memiliki perayaan khusus
Tak perlu berkecil hati bila Anda merasa “berbeda” karena
kidal. Orang kidal memiliki perayaan khusus, yakni Hari Kidal Internasional (International
Left-Handers Day) yang dirayakan tiap 13 Agustus.
Perayaan internasional yang dimulai sejak 1992 ini
dicetuskan oleh Left-Handers Club dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran
tentang keunikan
menjadi kidal, baik dari segi keunggulan maupun tantangannya.
Pasalnya, belum banyak fasilitas yang memenuhi kebutuhan
kidal, sesederhana penggunaan peralatan kerja atau makan yang dirancang untuk
orang bertangan kanan.
2. Sering dikaitkan dengan hal negatif
Menurut legenda, Lucifer dan penyihir lebih dominan
bertangan kiri. Hal inilah yang menjadikan banyak ritual keagamaan mengharuskan
memakai tangan kanan alias “tangan baik”.
Selain itu, orang kidal sering dikaitkan dengan penyimpangan
perilaku, pemberontakan, sifat negatif, dan aktivitas kriminal pada masa
lalu.
Bahkan, kata “left” (kiri/tangan kiri) dalam bahasa
Inggris berakar dari kata “lyft” yang dalam bahasa Anglo-Saxon, yang
artinya rusak atau lemah.
3. Dianggap berumur lebih pendek daripada orang bertangan
kanan
Dikutip dari BBC News, anggapan bahwa orang kidal umurnya
lebih pendek sembilan tahun daripada orang yang bertangan kanan berasal dari
penelitian pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
Namun, penelitian tersebut kini telah dibantah karena
metodenya keliru, yakni dengan mendata orang-orang yang meninggal dunia dan
menanyakan apakah dia bertangan dominan kiri.
Meskipun begitu, fakta ini bisa juga muncul dari kecelakaan
pada orang kidal akibat peralatan kerja yang dimaksudkan untuk orang yang
dominan menggunakan tangan kanan.
4. Cenderung lebih kreatif dan artistic
Sebuah penelitian yang cukup lama dalam American Journal
of Psychology (1995) menemukan bahwa orang kidal cenderung lebih kreatif,
artistik, dan inovatif.
Peneliti juga menyebutkan bahwa orang yang memakai tangan
kiri cenderung berpikir divergen, yakni suatu metode berpikir dengan
mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
Selain itu, survei yang dilakukan Left-Handers Club
menemukan orang bertangan kiri cenderung bekerja di industri kreatif, seperti
pada bidang seni, musik, dan teknologi informasi.
5. Lebih unggul dalam olahraga tertentu
Beberapa atlet olahraga, seperti petenis Rafael Nadal dan
petinju Manny Pacquiao, merupakan contoh orang kidal yang sukses menjuarai
cabang olahraga yang digelutinya.
Adapun kesamaan dari kedua atlet tersebut adalah sama-sama
unggul dalam cabang olahraga yang melibatkan dua lawan yang saling berhadapan
satu sama lain.
Orang kidal punya keuntungan untuk mengejutkan lawan yang
tidak kidal. Pasalnya, atlet yang dominan tangan kanan tidak terbiasa bermain
dengan lawan yang bertangan kiri.
6. Berisiko lebih besar untuk mengalami gangguan belajar
Para peneliti dari Uppsala University, Swedia, menyebutkan
bahwa anak-anak yang kidal punya risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan
belajar, seperti disleksia.
Kebanyakan orang mengandalkan belahan otak kiri untuk fungsi
bahasa. Mendominasi satu belahan otak dianggap jauh lebih efisien daripada
menggunakan keduanya.
Namun, orang yang lebih sering memakai tangan kirinya
cenderung tidak memiliki belahan otak kiri atau kanan yang dominan. Itulah
alasan mengapa mereka berisiko mengalami gangguan
belajar.
7. Rentan mengalami psikosis
Meski orang kidal hanya menempati 10% dari total populasi
umum, mereka lebih rentan untuk mengalami gangguan mental yang ditandai dengan psikosis.
Para peneliti dari Yale University dan University of Texas
Southwestern Medical Center, AS, menilai 107 pasien yang mengunjungi klinik
psikiatri rawat jalan.
Dari studi ini, ditemukan bahwa sebanyak 40% pengidap skizofrenia
dan gangguan
skizoafektif yang mengalami gejala psikosis merupakan orang-orang yang
kidal.
8. Lebih mudah merasa malu
Orang kidal cenderung mudah merasa malu. Sebuah uji perilaku
yang dilakukan di Abertay University, Skotlandia, menunjukkan keterkaitan
antara kekidalan dengan rasa malu.
Dalam studi ini, banyak partisipan bertangan kiri yang
melaporkan bahwa mereka lebih mudah merasa cemas dalam membuat kesalahan.
Mereka juga lebih sensitif terhadap kritik.
Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan orang-orang
dengan tangan kiri yang dominan merupakan orang yang cenderung ragu-ragu.
9. Gampang marah
Pernyataan bahwa orang kidal punya sifat gampang marah
bersumber dari sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam Journal of Nervous and Mental Disease (2002).
Studi ini menyebutkan bahwa seseorang yang kidal lebih
rentan mengalami emosi
negatif. Di samping itu, mereka juga cenderung lebih sulit dalam memproses
perasaannya.
Kebanyakan dari mereka menunjukkan proses emosional yang
tidak seimbang antara otak kanan dan kiri. Salah satu akibatnya yakni mereka
lebih sering bad mood.
Kesimpulan
- Orang
kidal maupun yang lebih dominan bertangan kanan tentu akan merasakan
keuntungan dan kerugian pada situasi tertentu.
- Pada
dasarnya, anak
yang terlahir kidal tidaklah cacat sehingga orangtua tidak perlu
memaksa untuk menggunakan tangan kanannya.
- Jika
Anda mengalami tanda-tanda gangguan fisik dan/atau mental yang berkaitan
dengan tangan kidal, sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk memperoleh
informasi lebih jelas.
Kecenderungan untuk lebih memakai salah satu sisi tangan
sudah terbentuk sejak janin berusia 8 minggu kehamilan.
Sementara itu, kebiasaan
mengemut jempol dengan salah satu sisi tangan muncul saat minggu ke-13
berdasarkan pemeriksaan lewat USG
kandungan.
Dengan kata lain, bayi sudah memulai gerakan dan bisa
memilih tangan favoritnya bahkan sebelum otak mulai mengendalikan gerak
tubuhnya.
Namun, hal tersebut tidak menjadi faktor penentu apakah anak
tersebut akan benar-benar bertangan kiri atau tidak saat besar nanti.
Sebagian besar anak mulai menunjukkan tangan yang dominan
sekitar usia 2 atau 3 tahun.
Ada juga yang sudah terlihat sejak usia
18 bulan. Beberapa anak bahkan bisa menggunakan kedua tangan sama aktifnya
sampai mereka berusia 5 atau 6 tahun.
Jika ingin tahu apakah si Kecil kidal atau tidak, Anda bisa
mencoba dengan memberikan mainan dan menunggu ia meraihnya.
Ambil contoh, gelindingkan bola ke arahnya dan lihat tangan
mana yang akan meraih bola lebih dahulu.
Anak akan cenderung menggunakan tangan dominannya untuk
meraih mainan karena merasa tangan tersebut lebih cekatan dan kuat.
https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/anak-kidal/
No comments:
Post a Comment